Dari Madinah, Sulthan Sampaikan Kesan Berbekas di Wisuda Virtual Adzkia

Taratak Paneh

Penghujung tahun ajaran 2019/2020 menyisakan sejumlah cerita dalam perjalanannya. Masa ujung tahun ajaran yang sedianya disibukan dengan persiapan ujian, memantapkan pembelajaran, dan pelaksanaan ujian itu sendiri, tiba-tiba harus berubah total kondisi dan suasananya. Corona telah memaksa kita semua untuk belajar cepat menjalani pola baru, khususnya di dunia pendidikan.

Pembelajaran online, ujian online, pembayaran uang sekolah online, konsultasi online, bahkan Prosesi Wisuda dan perpisahan online, mau tak mau harus menjadi pilihan di tengah Pandemi Covid-19 yang belum juga usai ini. Sabtu, 20 Juni 2020, adalah pengalaman pertama Yayasan Adzkia Sumatera Barat menggelar prosesi wisuda, khataman Qur’an, dan perpisahan peserta didiknya melalui virtual. Rasanya bercampur aduk ketika mengikutinya.Berada dalam Acara yang sama, diwaktu yang sama, namun tempat yang berbeda. Ingin rasanya memeluk mereka yang sudah lama tak jumpa. Kerinduan guru pada siswanya, juga sebaliknya.Semuanya hanya bisa ditumpahkan lewat layar kaca saja.

Acara yang dihadiri secara virtual oleh Prof. Irwan Prayitno, Gubernur Sumatera Barat ini berlangsung khidmat. Menghadirkan beberapa siswa, orang tua, dan guru serta kepala sekolah di studio utama sebagai pengisi acara, tidak mengurangi makna dari acara ini.  Keharuan-keharuan menyeruak dari tiap sesi acara yang disiarkan langsung Padang TV ini.

Penampilan Tasmi’ Al Qur’an oleh siswa yang syahdu, sambutan siswa dan orangtua yang menyiratkan kerinduan dan ucapan terima kasih pada guru dan sekolah, dan sambutan dari guru yang disampaikan dengan emosi yang mendalam, membuat sebagian besar hadirin sempat menitikkan air mata. Suasana yang betul-betul mengharukan.

Selain berbagai rangkaian acara di atas, ada yang istimewa dalam acara ini, kehadiran virtual ananda Sulthan Annasiro Bahrun, yang telah meluangkan waktu untuk memberikan sambutan atas nama alumni, di sela-sela kesibukan kuliahnya di Universitas Islam Madinah semester 5. Alumni SD dan SMP Adzkia ini menyampaikan sambutan yang begitu menyejukkan.

Pada awal sambutannya, Sulthan mengucapkan terima kasih pada Adzkia dan segenap tenaga pengajar yang telah mendidiknya dahulu. Pendidikan dan kasih sayang yang diterimanya, senantiasa menjadi bekal buat dirinya sampai hari ini, di manapun ia berada. Alumni SD Adzkia tahun 2009 ini juga mengatakan kepada adik-adik angkatannya, bahwa mereka sangat beruntung, dapat berkesempatan memperoleh pendidikan terbaik di Adzkia, suatu kesempatan yang tidak dapat dinikmati oleh banyak orang.

 

Senantiasa menghormati dan mengenang kebaikan guru, adalah pesan yang juga disampaikan Sulthan pada kesempatan itu. Saat Sulthan bersekolah dulu, ia bisa menamatkan hafalan Qur’an sebanyak 2 juz di Sekolah Dasar, melebihi dari target sekolah sebanyak 1 juz. Sulthan mengkhatamkan 30 Juz hafalannya ketika ia dibangku SMA. Dalam usianya yang masih belia, Sulthan pernah menjuarai Musabaqoh Al Qur’an dan Hadist Tingkat Asia Pacifik.

Sulthan bersama Adzkia mulai dari TK-SD dan SMP. Lebih lurang 10 tahun bersama Adzkia.

Presenter Surau TV itu bahkan pernah mendapat undangan haji dari Kerajaan Arab Saudi. Lantunan ayat sucinya dapat kita dengarkan ketika Sulthan menjadi imam shalat di beberapa Mesjid yang ditayangkan secara live di YouTube. Salah satu sosok Alumni yang membanggakan dan membahagiakan. 

Hilang lelah dan letih ustadz dan ustadzah demi melihat peserta didiknya tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, namun juga secara sosial dan spiritual.

Terimakasih Sulthan, semoga apa yang Ananda sampaikan, dapat menjadi pelajaran dan inspirasi bagi adik-adik angkatan antum.  Terimakasih atas do’a dan harapan antum, agar sekolah ini dapat terus menelurkan alumni-alumni terbaik.