Kunjungan dan Penyerahan Bantuan dari Adzkia ke Palu, Sigi, Donggala

Palu, Singgalang

Bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu, Sigi, dan Donggala Sulawesi Tengah mengetuk keprihatinan berbagai pihak. Tak terkecuali keluarga besar Yayasan Adzkia Sumatera Barat. Adzkia menyalurkan langsung bantuan untuk korban gempa dan tsunami Palu, Sigi, dan Donggala.

Rombongan Adzkia yang dipimpin oleh Koordinator Humas, Ronika Putra sudah berada di Palu sejak 29 Oktober. Rombongan berada di lokasi bencana selama sepekan untuk mengoordinasikan bantuan dalam bentuk hunian sementara untuk tiga daerah terdampak gempa dan tsunami, yaitu di Palu, Sigi, dan Donggala.

Ronika Putra, dari lokasi bencana di Palu, Selasa (30/10) menyebutkan masyarakat sangat senang menerima bantuan dari Adzkia. “Sesuai dengan kebutuhan korban, maka bantuan yang kita berikan berupa hunian sementara yang disebar di tiga daerah terdampak bencana,” ujar Ronika.

Untuk korban gempa dan tsunami Palu, Adzkia berhasil menghimpun bantuan sebesar Rp100 juta lebih. Bantuan tersebut merupakan sumbangan dari siswa, guru, karyawan, orang tua, dan keluarga besar Adzkia. Selain bantuan hunian sementara, Adzkia juga menyalurkan bantuan uang tunai untuk korban. Bahkan, untuk menghibur anak-anak korban gempa, tim menyerahkan Tabloid Adzkia. Menurut Ronika, tabloid ini bisa dibaca oleh anak-anak untuk pengisi waktu senggang. Dengan demikian, anak-anak korban gempa ini bisa sedikit melupakan kesedihan yang mereka alami.

Ketua Yayasan Adzkia, Muhardanus Dt. Sampono Kayo dalam kesempatan terpisah menyebutkan, bantuan untuk korban gempa dan tsunami Palu merupakan bentuk kepedulian sosial keluarga besar Adzkia. “Sebagai lembaga pendidikan, Adzkia juga berfungsi sosial, yaitu bergerak dalam kegiatan kemanusiaan,” ujar Muhardanus.

Bantuan kemanusiaan Adzkia bukan hanya untuk korban gempa Palu. Menurut Muhardanus, banyak kegiatan kemanusiaan yang dilakukan Adzkia. Misalnya, penggalangan dana kemanusiaan untuk Palestina, gempa Lombok, dan untuk bencana yang ada terjadi di Sumatera Barat sendiri. Bulan Oktober, Adzkia secara khusus menggalang dana kemanusiaan untuk bencana gempa dan tsunami Palu.

Penggalangan dana kemanusiaan di Adzkia dilakukan melalui Unit Pengumpul Zakat. Kepala Unit Pengumpul Zakat Adzkia, Ustad Syafriyon menyampaikan ucapan terima kasih kepada siswa, guru, pegawai, orang tua murid, dan keluarga besar Adzkia yang telah menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui Adzkia. “Bantuan ini sangat dibutuhkan oleh korban gempa dan tsunami Palu,” ujar Ustad Syafriyon.

Ustad Syafriyon sendiri kini berada di lokasi bencana di Palu. Menurutnya, korban gempa dan tsunami sangat berterima kasih dengan bantuan yang disalurkan. Saat mengunjungi korban, Ustad Syafriyon mengaku menerima banyak kisah pilu para korban. Mereka tak sungkan menceritakan musibah yang mereka alami, walaupun itu mengguak kembali kesedihan yang mereka alami.

Bantuan yang datang dari berbagai pihak di satu sisi mampu menjadi pelipur lara bagi para korban. “Di tengah musibah yang melanda, korban masih bisa tersenyum dan antusias menjalani hidup. Bantuan kita menjadi penyemangat bagi mereka,” tambah Ustad Syafriyon.